Saat filmnya pertama kali rilis, Iron Man tidak hanya melejit dari karakter kelas 2 menjadi karakter yang sangat populer, tetapi juga sangat sukses menggebrak dunia perfilman.
Jika bukan karena Iron Man, mungkin MCU tidak akan pernah ada.
Marvel Studios tidak memegang hak cipta atas film Iron Man saat pertama kali berencana untuk memproduksi film secara independen.
Awalnya, hak cipta film Iron Man dimiliki oleh New Line Cinema, studio yang telah sukses meluncurkan film Blade trilogi.
New Line Cinema membiarkan hak cipta film Iron Man berakhir pada tahun 2005 yang membuat lisensinya kembali ke Marvel Studios.
Dalam laporan terbaru dari The Hollywood Reporter, yang mendapat sedikit bocoran tentang kisah di balik layar pengembangan film Iron Man pertama, menyebutkan, pendiri New Line Cinema, Bob Shaye, menganggap karakter tersebut tidak masuk akal, menurutnya armor Iron man terlalu berat untuk diterbangkan.
Di awal tahun 2000-an pemikiran-pemikiran seperti Bob Shaye ini adalah hal yang lumrah. Pola pikir inilah yang menyebabkan Galactus diubah menjadi awan di Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer.
Karena pola pikir seperti inilah yang menyebabkan Marvel Studios mantap memproduksi film secara mandiri, sehingga dapat memiliki kontrol kreatif penuh atas karakter yang mereka miliki.
Keputusan marvel Studios memilih Iron Man sebagai pembuka jagad Marvel Cinematic Universe ini telah mengubah wajah genre superhero untuk selamanya.
Source: screenrant
.jpg)
Comments
Post a Comment